Rabu, 07 Maret 2012

TAM(toyota astra motor) jamin ketersediaan sparepart

Toyota Jamin Ketersediaan Sparepart
  • Sparepart Kijang Tahun 1977
  • Tiga Produsen Besar
edisi: 25/Jul/2009 wib
Persda Network/M Ismunadi
Seorang karyawan PT Toyota Astra Motor (TAM) mendata sparepart di gudang pusat sparepart di kawasan Industri Cibitung, Bekasi, Kamis (23/7).
PT Toyota Astra Motor (TAM) menjamin ketersediaan sparepart atau suku cadang terhadap produk-produk otomotif yang telah dirilisnya.
Jaminan itu dijanjikan meski produk otomotif tertentu sudah berhenti dipasarkan selama 10 tahun. Bahkan, hingga kini TAM masih menyediakan sparepart untuk Toyota Kijang yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1977.

“Untuk Toyota Kijang yang pertama atau sering kita sebut Kijang Kotak, itu kita masih ada menyediakan sparepartnya. Tapi mungkin tidak semua. Hanya bagian-bagian tertentu saja.

 Dan secara umum ketersediaan sparepart kita jamin selama 10 tahun sejak produk otomotif itu berhenti dipasarkan ,” ungkap Mohammad Faraouk, Deputi Division Head Service Part Logistik Division (SPLD), di kantor PT TAM Part Center, Cibitung, Bekasi, Kamis (23/7).

“Tapi pada prinsipnya, selama masih ada permintaan, kita akan menyediakan sparepart yang diminta,” tegasnya.
Faraouk mengatakan TAM termasuk salah satu produsen yang disegani dalam hal ketersediaan sparepart.

Di Asia, TAM merupakan satu dari tiga produsen besar yang menyuplai sparepart, khususnya Toyota. Tidak hanya soal ketersediaan, TAM juga disegani karena sistem distribusi logistik.

“Kita (Divisi Sparepart--red) mungkin tidak bisa seperti divisi manufacturing yang bisa menciptakan sebuah mobil dalam waktu 3,8 menit.

Tapi kita bisa menjamin kalau sparepart yang dipesan bisa sampai di tempat tujuan pada waktu yang telah ditentukan. Misalnya dealer yang di Semarang order part tertentu pada hari ini. Kita jamin part itu akan sampai besok paginya,” ujarnya.

Mengurus sparepart, lanjut Farouk, bukan hal yang mudah. Setidaknya TAM meengelola ribuan sparepart, terdiri dari berbagai jenis, yang diterima dari suplier.

Sparepart ini pun dipilah-pilah sesuai peruntukkan yang mengacu pada pemesanan. Untung, TAM memiliki sistem yang mampu melakukan pengerjaan tersebut dengan sempurna. Karenanya, TAM cukup disegani di kalangan produsen otomotif.

“Sistem yang kita terapkan, salah satunya dengan barcode, membuat kita tepat dan efisien dalam pendistribusian,” pungkas Farouk.

Kepala Departemen Komunikasi PT TAM, Achmad Rizal, mengatakan saat ini divisi SPLD mampu memenuhi 97 persen permintaan sparepart di tanah air dan luar negeri. Artinya dari 10 sparepart yang diminta, TAM mampu memenuhi 7 sparepart.

“Sementara untuk rata-rata secara internasional itu sekitar 95 persen. Jadi kita di atas rata-rata,” imbuh Rizal di tempat yang sama. (PersdaNetwork/mun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar